Kajian Tarbiyatul aulad

Depok 4 November 2017 — masjidibadurrahman.or.id

Rangkuman Kajian Sabtu Masjid Ibadurrahman.

Seri Kajian Tarbiyatul aulad bersama Ustadz Hilman Rosyad.

Sabtu pagi hari ini, adalah pekan pertama di bulan November. Sebagaimana telah diagendakan secara rutin Masjid Ibadurrahman mengadakan kajian Tarbiyatul Aulad (Pendidikan Anak). Tarbiyatul aulad kali ini membawakan tema seputar bagaimana mendidik anak secara Islam.

Ustadz Hilman Rosyad membuka kajian dengan mengajak jama’ah untuk senantiasa istiqomah. Bagi yang sudah rutin mengikuti kajian ini diharap terus melanggengkan kebiasaan baiknya. Dan bagi yang belum beliau mengajak mari kita mulai kebaikan..  jangan nunggu penyesalan.

Tema kali ini tentang “Anak adalah Fitnah“.

Ya, Anak itu fitnah, beliau menilai ini memang lebih bermakna negatif. Maka coba kalau  dibalik pemaknaannya agar bermakna positif. Menjadi “Anak adalah amanah“. Anak anak adalah merupakan tanggung jawab orang tua. Maka ini lebih positif.

Kata “tanggung jawab” ini sangat penting untuk kita camkan.

Adapun Ustadz menguraikan bahwa Amanah anak yang lahir itu ada dua yang utama, yaitu:

1. Amanah fitrah. Pertama, orang tua wajib  menjamin kehidupannya, termasuk mengasuh sesuai kodrat seksualnya, mendapatkan perlindungan, dekapan penuh kasih sayang, makanan bergizi, perkembangan anak yang di support, pengembangan kemampuan bicara, dan berkembangnya emosi secara normal.

Kedua, amanah seksual. Kalau anak ber kelamin laki ya harus dididik sesuai kelelakiannya. Sebaliknya jika perempuan juga haris dengan cara keperempuanan.

2. Amanah dinniyiah. Adalah tanggung jawab agama. Kalau amanah fitrah berkembang tidak melihat agama. bahkan di PBB ada unit yang menjamin kehidupan warga dunia WHO. Hal ini sudah sangat berkembang di dunia. Namun lembaga lembaga dunia tersebut belum mengakomodir  aspek agama dalam gerakannya. Secara prinsip bagaimana keluarga muslim memperhatikan kehidupan agamanya.

Doa:

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

(Rabbi habli minash shalihin)  adalah contoh doa yang mengajarkan bahwa kehidupan agama sangat penting. Masih banyak lagi tuntunan Islam yang mengutamakan kebaikan dalam  agamanya  seperti  doa yang lebih lengkap berikut:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

(Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a’yun waj’alna lilmuttaqina imama)

Artinya: “Wahai Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” Lihat Al Quran surat Al Furqan:74.

Amanah ritual. Mendidik anak sebagai para penyembah Allah melalui ibadah ritual. Pokoknya adalah Sholat. Harus diawali dengan keyakinan atau Aqidah. Keyakinan apa?.  yaitu pertama keyakinan bahwa Allah  sebagai tuhan pencipta dan Allah yang Esa. Allah lah yang menyediakan seluruh kebutuhan hidup dan penghidupan manusia.

Kedua, Tuhan sebagai yang disembah. Kenapa perlunya? Agar kita selalu terkoneksi dan salah satu yang paling utama adalah mendidik Sholat. Mendidiknya harus sebelum 7 tahun.  yang didasari tentang Aqidah rubbubiyah dan uluhiyah.

Ya sholat itu pokok, namun perlu tambahan.  Tambahannya di antaranya kemampuan berdzikir, tilawah, saum, pakai jilbab bagi perempuan, bersedekah, dst.

Amanah kedua tanggung jawab sosial atau Non ritual. Sabda Rasulullah SAW:

إنما بعثت لأتمم مكارم الأخلاق

(Innama bu’itstu liutammima makaarimal akhlaq) “Aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq.

Hal ini akan melahirkan perilaku yang baik pada anak. Bahwa kesempurnaan iman seseorang terlihat dari perilaku /akhlak yang baik. Apa itu kebaikan. Kebaikan adalah alat yang baik.

Iman dan akhlak itu harus terkoneksi. Dengan demikian berarti mengajarkan kepada anak tentang aqidah harus nyambung dengan akhlak.

Dalam sebuah hadis riwayat Muslim Nabi Muhammad bersabada “ Yang paling sempurna iman orang mukmin adalah yang paling baik akhlaknya.” Jadi iman menjadi pribadi utuh nan sempurna tatkala manusia selalu memperhatikan akhlaknya atau selalu menjaga dan memperbaiki akhlaknya, karena dengan begitu dapat dipertanggungjawabkan di depan masyarakat luas.

Pembinaan akhlak adalah amanah dinniyah.

Karena akhlak adalah bahasa universal.   Maka di belahan dunia manapun berkembang pencapaian akhlak ini. Islam mengajarkan akhlak yang paling sempurna.

Dasar-dasar akhlak ada 5 yaitu:

1. Jujur

2. Setia

3. Berani

4. Memberi

5. Malu

Kelima dasar ini wajib dididikkan pada anak anak kita. Jadi jangan sampai luput mengajar aqidah kemudian ritual yang baik tapi akhlaknya ketinggalan. Mereka bisa menjadi pembohong, licik, tidak tahu malu dsb.

Pendidikan akhlak ini membutuhkan ketrampilan.  Dan membutuhkan pengetahuan melalui kajian (red.tambahan penulis).

Jujur. Sifat yang haris ditanamkan dari kecil.

Setia. menghindarkan dari sifat pengkhianatan.

Berani. Sifat berani ini harus yang positif bukan yang negatif. Misal berani ambil risiko tanggung jawab. Membela kehormatan keluarga. Berani berkompetisi. Hal ini adalah bagian dari kehidupan.

Memberi. Islam mengajarkan Give and Give More. Bukan Take and Give. Lihat karakter orang orang Anshor. Mereka mencintai kaum muhajirin dengan sepenuh hati. Misal menyiapkan rumah dan keperluan apa saja dan tanpa pamrih padahal mereka juga membutuhkan.

Malu. Misal sayang terhadap yang lebih muda. Hormat kepada yang lebih tua. Mengenakan jilbab bagi perempuan. Menutup aurat.

Kesadaran untuk memperlakukan manusia lain secara baik merupakan puncak pencapaian keimanan tertinggi dalam Islam.

Demikian Sekedar rangkuman yang mungkin banyak substansi kajian yang masih luput dari catatan saya. Semoga dapat menginspirasi kita selaku orang tua untuk tidak putus putusnya menambah ilmu mengasah ketrampilan bagaimana menjadi orang tua yang benar dalam koridor ajaran islam yang kaffah.

Catatan Tanya Jawab:

Ada pertanyaan menarik dalam Kajian ini. Mengapa beberapa pemeringkatan kota-kota atau negara-negara yang islami kok justru dicapai oleh kota atau negara yang notabene berpenduduk mayoritas bukan Islam.

Jawaban cerdas Ustadz Hilman Rosyad. “Anda sudah baca seluruh isi laporannya belum?”. Penanya bingung karena memang belum baca..hehe.

Keterangan beliau, ya memang urusan akhlak adalah urusan universal jadi secara alami semua manusia di belahan bumi manapun akan berusaha mencapai yang terbaik. Tetapi kalau indikatornya kemudian diubah menjadi misalnya: Apakah di Kota itu ada ritual korban yang masif, ada tanah luas yang diwakafkan untuk bangunan sosial masjid, panti sosial, rumah sakit dsb? Tentu yang akan dapat peringkat bagus mungkin Kompleks Orchid Residence, kelakar Ustadz Hilman.

Demikian semoga bermanfaat.

(YW)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Anak adalah Ujian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

YouTube
YouTube