Bismillahirrahmaanirrahim

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Ini dia yang ditunggu-tunggu. Laporan pelaksanaan tarawih anak!! 😎

Alhamdulillah, tarawih anak hari ke-4 sudah terselenggara dengan baik. Ada beberapa improvement yang sudah tercapai, walaupun belum 100% sempurna.

Ya jelas belum 100% sempurna, namanya juga anak2. Sholat masih sambil bermain, wajar ya…

1. Snack sudah sempurna. Tidak ada yang tidak kebagian. Bahkan tadi saya memberi 2 snack kepada anak2 yang 2 hari kemarin belum terima snack. Dan kelihatannya sangat senang sekali. Alhamdulillah. Snack wafer top yang dibuka sebanyak 5 box. Artinya kisaran jumlah peserta yang hadir pada sholat tarawih semalam adalah 5×24 = 120 orang. Tapi kotak kelima masih tersisa beberapa buah snack, jadi sebenarnya jumlah peserta kurang dari itu. Untuk menghitung angka eksak-nya gampang saja. Tinggal hitung sisa wafer top di kotak kelima, kemudian 24 dikurangi angka tersebut, ditambahkan dengan 96. Bila ditulis persamaan menjadi seperti ini :

y = 96 + (24 – x)

dimana x adalah sisa wafer di kotak kelima dan y adalah jumlah peserta yang hadir.

Saya tidak menghitung sedetil itu karena tidak terlalu urgent untuk saat ini. Toh tadi malam bukan jumlah maksimal yang datang. Terbukti dari shaff laki-laki, yang ketika pelaksanaan sampai kemarin malam shaff ketiga terisi penuh hingga perlu dibentuk shaff keempat, pada tarawih semalam hanya sampai shaff ketiga saja dan tidak ada shaff keempat.

Ada 2 kemungkinan kenapa jumlah peserta berukurang:

i) memang sudah alami seleksi alam di Bulan Ramadhan

ii) karena hujan, sebab sebelum tarawih sempat hujan rintik2, sehingga orang memiliki alasan kenapa hari itu tidak bisa ke masjid

Untuk itu snack tetap harus disiapkan lebih dari 120 buah untuk mengantisipasi lonjakan jumlah peserta yang datang. Dan Insya Allah aman, karena stok masih banyak dan wafer top sebagai cadangan snack jumlahnya masih di atas 1000 buah. Saat ini snack tersisa dititipkan di rumah Pak Hendra agar tidak bolak-balik membawa snack tersisa ke rumah Pak Aziz.

2. Peserta tarawih lebih disiplin dibanding kemarin malam. Terbukti dengan bacaan bilal yang diberikan, peserta lebih cepat tanggap dengan kondisi peralihan antara satu sholat dengan sholat selanjutnya. Dibantu dengan takbir yang dikumandangkan oleh salah satu makmum dengan keras pada setiap pergantian gerakan sholat seperti di Masjidil haram, peserta lebih disiplin dalam gerakan sholat dan mengurangi gerakan bermain-main. Tapi itu dari sisi jamaah pria. Jamaah wanita masih terdengar suara bercanda walaupun imam sudah memulai sholat. Hipotesis sementara penyebabnya adalah suara bacaan surat alfatihah dan surat pendek imam tidak terdengar hingga ke jamaah wanita. Untuk itu perlu perbaikan sound system sehingga suara terdengar hingga ke belakang. Terbukti ketika bacaan imam sholat salah, suara bercanda berkurang. Ya, karena karena makmum ramai2 memperbaiki bacaan imam, sehingga suara ramai ini nyaris menghilangkan suara bercanda.

3. Bacaan bilal untuk sholat tarawih ditulis menggunakan huruf hijaiyah dicetak kecil tidak mampu dibaca peserta. Padahal huruf tersebut terbaca jelas oleh Pak Aziz. Sementara bilal sholat witir mereka bisa baca dengan jelas walaupun huruf sama kecilnya. Kenapa bisa demikian? Karena bacaan bilal sholat witir ditulis menggunakan huruf latin. Sepertinya mereka tidak terbiasa membaca huruf hijaiyah kecil. Untuk itu solusinya adalah bacaan bilal sholat tarawih juga dibuat tulisan latinnya, dan diprint untuk digunakan nanti malam.

4. Waktu diumumkan akan dilaksanakan pesantren kilat pada Hari Sabtu dan Ahad, anak2 sangat bersemangat. Ada anak perempuan mengatakan “YES” dengan mengepalkan jari tangannya. Terlihat sekali mereka antusias mengikuti pesantren kilat. Namun ketika diumumkan bahwa pesantren tidak menginap karena masjid dalam pembangunan, ekspresi mereka berubah hampir 180 derajat. “YAHHH” kata mereka. Sepertinya mereka sangat ingin menginap di tempat lain, entah apa yang terjadi di rumah, mungkin ga betah tidurnya kalik yaaa, sering diomelin ortu. Kalo nginep kan bebas dari ortu, walau cuma semalam? 😂

Satu-satunya alasan kenapa pesantren Ramadhan kali ini tidak menginap adalah suasana tidak kondusif. Masjid dalam masa pembangunan, banyak bahan bangunan berserakan, tiang-tiang terpancang tanpa penyangga yang kokoh. Dikhawatirkan anak2 tertimpa bahan bangunan ketika bermain-main di sekitar masjid. Apalagi ketika malam kondisinya gelap, sehingga susah memantau pergerakan anak-anak dan posisi barang yang membahayakan anak-anak. Jikalau pesantren dipindah ke tempat yang agak jauh dari masjid, misal di cibubur, belum tentu semua orang tua setuju. Oleh karena itu diputuskan pesantren ramadhan kali ini tidak menginap.
Jangan lupa mengikutsertakan anak Bapak2 & Ibu2 di pesantren Ramadhan ini ya 😃

Demikian catatan pelaksanaan tarawih malam ke-4 Ramadhan 1440H. Kurang lebihnya mohon maaf, silakan ditambahkan jika ada yang belum tersampaikan.

Terima kasih

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Catatan Tarawih Anak-anak ‘Ibadurrahman
Tagged on:                 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

YouTube
YouTube