Khulasoh Kajian Siroh Nabawiyah oleh Ustadz Agung Waspodo tiap Sabtu Pagi Pekan ke 4

 

Intisari kajian hingga tanggal 22 April 2017 atau 25 Rajab 1438H.

AlHubab bin Al Mundzir radhiallahu anhu, adalah yang mengusulkan kepada rasululloh ﷺ agar mengambil tempat pemberhentian lebih dekat ke mata air dan menimbun kolam kolam kecil dan hanya menyisakan 1 kolam besar yang berada disisi dekat pasukan rasululloh ﷺ

Saad bin Muadz radhiallahu anhu adalah yang mengusulkan bagi rasululloh ﷺ agar dibuatkan kemah khusus dan menyiapkan kendaraan untuk mengantisipasi kekalahan pasukan kaum muslimin agar bs mengumpulkan pasukan lagi dari madinah yang kecintaan mereka tidak kalah dengan pasukan yang ada di Badr.

Malam sebelum peperangan adalah malam jum’at 17 Ramadhan 2H, Rasululloh ﷺ tidak tidur banyak mendirikan sholat disebuah pangkal pohon yang ada di Badr sedangkan kaum muslimin tidur nyenyak QS Al Anfal :11

Pasukan Quraisy berada di Udwatul Qushwa, pagi harinya beberapa pasukannya mendekat ke kolam dan minum darinya, Rasululloh ﷺ membiarkan dan mengatakan bahwa tidak ada yang mengambil air disana melainkan akan terbunuh kecuali Hakim bin Hizam karena dia akan selamat dan akan baik islamnya.

Umair bin Wahb Al Jumahy adalah yang ditugaskan oleh Abu Jahl utk menaksir jumlah pasukan kaum muslimin dan mengatakan bahwa jumlahnya 300 orang kurang atau lebih sedikit dan mereka tidak memiliki pasukan cadangan atau pasukan pendukung dibelakangya mereka benar-benar bersandar pada pedang pedangnya, dialah yang mengemukakan keheranan kenapa unta-unta kaum muslimin begitu tenang sedang unta-unta pasukan quraisy begitu gelisah.

Hakim bin Hizam, menangkap laporan Umair bin Wahb dan menyampaikan kepada Utbah bin Rabiah sebagai seorang yang dituakan

Utbah bin Rabiah adalah pemilik unta merah, rasululloh ﷺ telah memprediksikan kegalauan pasukan quraisy ini, Utbah memanggil pasukan quraisy dan meminta mempertimbangkan kembali untuk kembali ke mekkah karena urusan kafilah dagang Abu Sufyan sudah tidak relevan lagi dan jikalau berperang dan menang pasti ada hal yang tidak disukai berupa terbunuhnya orang orang yang dicintainya, beberapa pasukan setuju dan akan balik ke madinah.

Namun sebelumnya Hakim bin Hizam menemui Abu Jahl dan menyampaikan apa yang diucapkan utbah bin rabiah, dan dia mengatakan bahwa Utbah adalah yang “paru-parunya terisi banyak angin” yakni pengecut, sehingga panaslah Utbah dan pasukan quraisy sekarang bulat ingin berperang.

Adalah Sawad bin Ghaziyyah radhiallahu anhu tatkala rasululloh ﷺ ingin meluruskan barisan pasukannya menggunakan anak panah yg dibalik rupanya terkena perutnya sehingga mengatakan bahwa ia ingin membalasnya pada rasululloh ﷺ sehingga sempat membuat tegang namun apa yang dilakukannya adalah ternyata beliau memeluk perut rasululloh ﷺ

Abdul Asad AlMakhzumi dari pasukan quraisy seorang lelaki yang temperamental dan buruk akhlaqnya mengatakan bahwa ia akan mengambil air dari kolam rasululloh ﷺ dan akan mengobrak abrik pembatas kolam, kedatangannya disambut oleh Hamzah bin Abdul Mutholib radhiallahu anhu langsung menyabet pedangnya dan putuslah betisnya dengan satu kali sabetan dan membunuhnya sebelum jatuh ke kolam

Lalu Abu Jahl memanggil Utbah bin Rabiah, dan ditemani saudaranya yaitu syaibah bin rabiah dan anaknya yaitu Al Walid bin Utbah, mereka bertiga meminta adu tanding, maka disambut 3 pemuda Anshar yaitu Auf bin AlHarits, Muawwidz bin Alharits dan Abdullah bin Rawahah radhiallahu anhum, namun Utbah menolak menghadapinya dan menginginkan lawan dari muslimin muhajirin , kemudian rasululloh ﷺ mengutus Ubaidah bin Al Harits, Hamzah bin Abdul Muthollib dan Ali bin Abi Tholib radhiallahu anhum

Utbah bin rabiah menghadapi Ubaidah bin Al Harits, Syaibah bin rabiah menghadapi Hamzah bin Abdul Mutholib dan Walid bin Utbah menghadapi Ali Bin Abi Tholib, Hamzah dan Ali tidak begitu kesulitan membunuh lawan lawannya hanya Ubaidah bin Al Harits yang harus merasakan saling tebas, kakinya tertebas hingga putus dan meninggal saat peperangan berakhir dalam perjalanan pulang ke madinah

Mari nantikan kisah selanjutnya pada pekan ke4 tanggal 26 Mei 2017

برك الله فيكم

(WH)

Nantikan Rekaman Video nya di Chanel Youtube Masjid Ibadurrahman

Kisah seru menjelang Perang Badar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

YouTube
YouTube