Depok masjidibadurrahman.or.id

Islam merupakan jalan hidup yang paling lengkap bagi manusia. Ajarannya meliputi bukan hanya hubungan vertikal antara manusia dengan Tuhannya, melainkan juga hubungan manusia dengan alam.

Salah satunya dalam menyikapi kejadian alam seperti gerhana bulan yang terjadi beberapa hari lalu. Rosulullah SAW mengajarkan melalui hadist-hadist nya tentang kejadian alam ini.

Selain dianjurkan untuk sholat gerhana (sholat Khusuf ), ketika terjadi gerhana berlangsung Nabi Muhammad SAW juga menganjurkan untuk memperbanyak dzikir, istighfar, takbir dan sedekah. Berdasarkan hadist Nabi :

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari no. 1044)

Untuk itu, Masjid ‘Ibadurrahman tidak ketinggalan ikut serta dalam menghidupkan Sunnah Nabi  yang mungkin banyak yang mulai meninggalkan atau melewatkan begitu saja.

Sejak hari Senin siang telah ada beberapa jamaah yang menanyakan kepada DKM perihal apakah Masjid Ibadurrahman menyelenggarakan Sholat Gerhana. Setelah dilakukan musyawarah di diantara pengurus DKM akhirnya diputuskan bahwa Masjid kita menyelenggarakah Sholat Gerhana Bulan.

Mewakili DKM Ustadz Taupik Lubis mengumumkan kepada jamaah setelah dilaksanakan sholat Isya pada senin malam,  7 Agustus 2017.

“Bapak Ibu Jamaah sholat Isya Masjid Ibadurrahman, berdasarkan berbagai pertimbangan, Insya Allah nanti menjelang pagi tanggal 8 Agustus 2017 sekitar jam 00.30 WIB kita akan menyelenggarakan Sholat Gerhana Bulan. “Mari kita hidupkan sunnah Nabi Muhammad SAW sebagai wujud rasa cinta kita kepada Allah SWT dan RosulNya” demikian seruan Ustadz Taupik.  Begitu mendengar pengumuman itu para jamah mulai berbisik-bisik “Ohh ada Gerhana toh!!” seru salah seorang jamaah yang belum tahu akan adanya gerhana bulan pada dini hari besok.

Singkat cerita, pada malam menjelang pagi itu sekitar jam 00.15 WIB mulai kelihatan jamaah berdatangan satu demi satu menuju Masjid untuk menunaikan sholat gerhana bulan.  Mereka datang sambil tidak lupa melongok ke atas langit di depan masjid yang saat itu suasananya sangat cerah.  Rupanya bulan purnama masih terlihat bulat penuh. “Kok belum kelihatan gerhananya ya!” tanya salah seorang jamaah kepada teman di sebelahnya. Tidak lupa, yang  bawa Gadget juga mencoba browsing menelusur  di intetnet untuk melihat waktu tepatnya terjadi gerhana. Dari informasi di media ternyata jam 00.22 WIB itu baru akan terjadinya kontak  awal. Pantas saja jam 00.20 belum terlihat adanya ‘coakan’ di Bulan.

Sambil menunggu waktu gerhana, beberapa jamaah ada yang menuju masjid untuk melakukan sholat Tahiyatul Masjid, bahkan ada juga yang melakukan Sholat Tahajud. Terlihat beberapa jamaah juga keluar masuk masjid untuk memastikan bahwa gerhana telah terjadi. Sekitar jam 00.40 mulai terlihat sebagian bulan sudah tertutup oleh bayangan hitam.

Setelah menunggu beberapa menit, alhamdulillah jamaah ikhwan sudah terkumpul sekitar 1 shaf. Salah seorang jamaah kemudian memberitahu Imam Masjid bahwa jamaah telah berkumpul.  Tidak lama kemudian Imam Masjid keluar dari rumahnya menuju tempat sholat.  “Apa gerhana sudah tampak?” tanya Imam Masjid kepada jamaah. “Sudah Ustadz” jawab jamaah. ” Baik kita mulai sholat gerhana bulan, namun saya akan sampaikan tatacara sholat gerhana untuk mengingatkan bagi yang mungkin lupa”.

Kemudian Ustadz menjelaskan tahapan sholat gerhana secara detail.  Termasuk adanya prosesi khutbah yang dilaksanakan setelah sholat gerhana. Jadi hal ini berkebalikan dengan Sholat Jumat, dimana khutbah dilakukan sebelum sholat. Jamaah mendengarkan dengan seksama penjelasan Imam Masjid.

Selanjutnya Sholat dimulai. Suasana menjelang pagi itu demikian hening, sejuk dan syahdu. Sungguh sangat  sangat mendukung untuk kita melakukan sholat secara khusuk. Apalagi sengaja oleh Pengurus DKM  lampu penerangan masjid tidak dinyalakan semuanya. Sehingga lengkaplah sudah kesan sholat Gerhana Bulan ini begitu menyentuh qolbu.

Bagi sebagian jamaah yang sensitif perasaannya, maka suasana ini sangat kondusif untuk menangis. Iya benar, bagi yang ikut pasti akan benar-benar terbawa suasana.

Saatnya tiba, Imam Masjid Ibadurrahman mulai melantunkan surat Alfatihah dengan tartil dan perlahan.

“Bismillahirrahmanirrrahiim…..

Alhamdulillahirabbil’aalamiin…”

demikan dan seterusnya…bacaan imam terdengar sangat syahdu sekali.

dilanjutkan membaca salah satu surat dalam  alquran. Masih dengan bacaan yang perlahan dan sangat merdu, membuat hati semakin tersentuh.

Selesai sholat dilanjutkan dengan Khotbah. Dalam khotbahnya Imam Masjid menyampaikan tentang sunnah dalam menyikapi kejadian gerhana bulan ini. Di antara sunnah tersebut adalah dengan banyak berdzikir, melaksanakan sholat khusuf dan bersedekah. Semoga kita bisa menjalani sunnah Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk kecintaan kita pada Allah SWT dan RosulNya.

(YW)

 

 

 

 

Sholat Gerhana Bulan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

YouTube
YouTube